https://ift.tt/eA8V8J
Merdeka.com - Polda Metro Jaya mempersilakan pihak Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat laporan terkait peretasan situs resminya. Pada tampilan halaman utama situs itu muncul tulisan: Halo Jenderal Kardus.
BERITA TERKAIT
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengatakan jika pihak terkait merasa dirugikan dengan aksi hacker tersebut, bisa mengadu ke polisi.
"(PKS buat laporan dulu) Betul, korban bisa bikin laporan untuk penyelidikan," kata Adi saat dikonfirmasi, Kamis (9/8).
Bila sudah menerima laporan, kata Adi, polisi bakal menyelidiki soal peretasan situs PKS itu.
"Untuk masalah ini tentu apakah pihak yang diretas merasa telah menjadi korban atas peretasan tersebut," ujarnya.
Untuk diketahui, istilah 'Jenderal Kardus' dilontarkan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. Dalam akun media sosial twitter miliknya, Andi menyebut Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai Jenderal Kardus lantaran geram dia melakukan politik transaksional. Prabowo memilih Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno untuk mendampinginya menjadi cawapres 2019 setelah setor duit ke PKS dan PAN masing-masing sebesar Rp 500 miliar.
Tulisan dalam halaman utama situs yang diretas hacker berbunyi: 'Halo Jenderal Kardus. Halo Jenderal Kardus !!! Jenderal kami jadi ingat terkait tragedi 1998, mundurlah dari partaimu, apa yang dikatakan Andi Arief adalah benar adanya, Sandiaga sogok PAN & PKS 500 miliar! hidup jenderal kardus ! [rhm]
Selengkapnya : Klik Disini
Merdeka.com






0 komentar:
Posting Komentar