https://ift.tt/eA8V8J
Merdeka.com - Sejumlah tokoh diteror oleh orang tidak dikenal. Mulai dari Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera. Lalu, pegiat #2019Ganti Presiden, Neno Warisman. Terkahir, Pengacara Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera.
BERITA TERKAIT
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai motif dalam kasus-kasus tersebut, terlebih hingga kini para pelaku belum tertangkap.
"Yang pertama pasti melihat fakta dulu. Faktanya ada pelemparan kemudian kita akan cari pelakunya terus cari motifnya. Itu setelah mendapatkan pelakunya," ujar dia di Monas, Jakarta, Kamis (9/8).
Namun Setyo menduga pelaku teror memiliki maksud terselubung. "Sementara ini bisa saja upaya-upaya mengadu domba atau mungkin mencari perhatian," ujar dia.
Setyo meminta masyarakat untuk bersama-sama melawan pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan bangsa. "Kalau ada seperti itu mesti kita lawan. Seluruh bangsa indonesia harus melawan orang-orang yang mau memecah belah bangsa ini," ungkap dia.
Sebelumnya, Rumah Mardani Ali Seradi Pondok Gede, dilempari molotov, Kamis (19/7) dini hari. Ada dua botol bom molotov yang dilempar orang tidak dikenal.
Selang dua hari, Mobil Neno Warisman yang terparkir di jalan perumahan, kawasan Cimanggis Depok, Jawa Barat terbakar sekira pukul 00.00 WIB, Sabtu (21/7) dini hari tadi. Mobil diduga dibakar oleh orang tak dikenal.
Terakhir, Rumah bakal calon legislator dari PDIP, Kapitra Ampera pada Senin malam, 6 Agustus 2018 dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal. [cob]
Selengkapnya : Klik Disini
Merdeka.com






0 komentar:
Posting Komentar