https://ift.tt/eA8V8J
Merdeka.com - Pendaftaran capres-cawapres telah dibuka sejak 4 Agustus 2018 lalu. Namun hingga H-2 penutupan, belum satu pun pasangan calon yang mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
BERITA TERKAIT
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah 'meramal' pendaftaran capres-cawapres bakal diundur selama 14 hari. Menurutnya, pada tanggal 10 Agustus 2018 atau hari terakhir pendaftaran baru ada satu pasangan yang mendaftar. "Jadi gonjang ganjing perkawinan ini masih diundur dua minggu bikin tegang ini. Ini ramalannya," kata Fahri dalam acara ILC TV One, Selasa (7/8).
Pernyataan Fahri itu memang benar. Karena berdasarkan Undang-Undang pemilu telah diatur apabila hingga akhir pendaftaran hanya ada satu pasangan calon, maka masa pendaftaran akan diperpanjang 27 hari.
Aturan mengenai mekanisme perpanjangan periode pendaftaran capres-cawapres ini tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 22 Tahun 2018 mengenai Perpanjangan Waktu Pendaftaran.
"Tapi tidak langsung 2x7 hari. Secara bertahap dibuka 1x7 hari dulu kita lihat ada yang daftar enggak, kalau misal belum ada, ya ditambah 1x7 hari lagi," kata Ketua Komisioner KPU Arief Budiman, di Jakarta, Selasa (7/8).
Hingga saat ini baik Jokowi mau pun Prabowo belum menyambangi kantor KPU untuk mendaftar sebagai capres. Keduanya masih sibuk menentukan calon pendamping yang layak diajak maju pada Pilpres 2019. Diprediksi usai mengumumkan cawapres Jokowi dan Prabowo baru mendaftar ke KPU.
Capres Jokowi dikabarkan bakal memilih tanggal dan jam cantik untuk mengumumkan cawapres yaitu tanggal 10 Agustus pukul 10.00 WIB. Tanggal itu juga dipilih calon incumbent ini untuk mendaftar ke KPU. Sementara menurut anggota Fraksi Partai Gerindra DPR Bambang Haryo Soekartono, Prabowo akan mengumumkan cawapres tanggal 08 Agustus pukul 08.00 WIB. Namun melewati waktu tersebut, Prabowo pun tak juga mengumumkan atau mendaftar capres.
Disinyalir, penentuan cawapres yang masih mengganjal langkah kedua capres untuk segera mendaftar ke KPU. Dari kubu Prabowo nampaknya masih galau memilih cawapres yang akan diusung. Karena ada tiga pilihan nama berbeda diusulkan dari partai koalisi, seperti PKS ingin Salim Segaf, PAN menyodorkan Ustaz Abdul Somad sedangkan Demokrat punya AHY yang dijagokan.
Sementara kubu Jokowi mengklaim telah menyepakati nama cawapres, hanya tinggal menunggu waktu untuk diumumkan. "Nama cawapres Pak Jokowi bukannya belum selesai dibahas, tapi belum diumumkan," ujar Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. [has]
Selengkapnya : Klik Disini
Merdeka.com






0 komentar:
Posting Komentar