Blog ini kusus hanya membagikan artikel dari berbagai sumber yang tidak di edit, Alias di posting apa adanya dan hanya sekedar sebagai arsip pribadi. Sumber sudah saya sertakan dibagian bawah artikel.

Rabu, 08 Agustus 2018

Ini pembelaan manajemen Kalibata City soal prostitusi di apartemennya

https://ift.tt/eA8V8J

Merdeka.com - Pihak Manajemen Kalibata City angkat bicara soal pengungkapan kepolisian adanya kasus prostitusi di apartemennya. General Manager Kalibata City Ishak Lopung menyesalkan insiden itu. Padahal, manajemen mengklaim kalau mereka sudah bekerjasama dengan kepolisian untuk memberantas para pelaku kejahatan.

BERITA TERKAIT

"Kami sering berkomunikasi dengan pihak Polda. Kami temui pak Nico (Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta) soal bagaimana memberantas masalah ini. Itu pada 30 Juli kemarin kami panggil polisi Polda untuk koordinasi untuk membicarakan soal pemberantasan prostitusi," kata Ishak saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (9/8).

Dia mengungkapkan, pihaknya sudah memberikan data-data seperti broker termasuk, indikasi pelaku hingga dilakukan penangkapan pada 2 Agustus lalu. Bahkan, saat penangkapan dirinya ikut serta hadir.

Dalam kasus ini, Ishak membantah ada keterlibatan pihak manajemen dalam kasus ini. Menurutnya, itu adalah agen dan tidal ada kaitan orang dalam.

"Bukan orang dalam. Itu broker ya. Agen properti, itu bukan orang dalem. Kami pihak pengelola tidak pernah dalam urusan sewa menyewa. Kami hanya mengelola bagian bersama. Kami akan chek ya. Ini masih dalam proses penyelidikan orang yang terlibat. Biarkan ini urusan kepolisian," tegasnya.

Menurutnya, manajemen sudah mengimbau para agen properti untuk tidak menyewakan ruangannya untuk kepentingan bisnis mau pun prostitusi. Sebab, para pelaku yang ditangkap Subdit Renakta Polda Metro Jaya adalah agen properti.

"Kami minta mereka jangan melakukan sewa menyewa harian. Kami sudah sampaikan juga lewat spanduk. Jadi ada door to door. Kalau ada hunian yang ditinggalkan para tenant, langsung kami catat, mereka tinggalkan berapa hari, kami minta agar semua keluar," jelasnya.

Ishak menjelaskan, Apartemen Kalibata City mempunyai 18 Tower yang terdiri 13.580 unit.

"Ada lima tower, tapi itu enam unit aja dari 13 ribu, jadi bukan satu tower semua begitu (prostitusi). Hanya enam unit yang diindikasikan menjadi tersangka," tegasnya kembali.

Lebih lanjut perihal pernyataan KPAI yang dilarang untuk melakukan peninjauan. Ishak menegaskan jika manajemen selalu terbuka terhadap siapa pun yang ingin niat baik memberantas adanya dugaan pelanggaran hukum, baik yang dilakukan oleh KPAI hingga kepolisian.

"Saya kira nggak ada ya info itu (pelarangan). Kami belum pernah ada info. Kalau dia mau, seharusnya dia ke badan pengelola, bukan langsung," katanya.

Namun, lanjut Ishak, ia menilai siapapun memang tak bisa sembarangan masuk ke dalam apartemen. Sebab, ada akses khusus berupa kartu yang hanya dimiliki oleh pengelola dan pemilik.

"Siapapun yang naik ke atas, mau naik ke lobi unit, harus pakai akses kartu. Nggak bisa naik ke lantai atas kalau gak punya akses. Jadi bukan kita menghambat, tetapi yang saya tau kalau ada lembaga seperti KPAI , kami selalu welcome kok," pungkas Ishak. [fik]




Selengkapnya : Klik Disini
Merdeka.com
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Archive